Perkuat Kelembagaan, Bawaslu Kota Mojokerto Serap Pengalaman Pemantau Pemilu
|
Mojokerto, Rabu (21/10/2026) — Penguatan kelembagaan menjadi langkah penting bagi Bawaslu Kota Mojokerto dalam menjaga profesionalitas dan meningkatkan kualitas pengawasan pemilu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat sipil, termasuk menyerap pengalaman para pemantau pemilu sebagai bahan pengembangan pengawasan partisipatif.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu Kota Mojokerto, Rabu (21/10/2026). Kegiatan dipimpin Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati, dan dihadiri Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Kota Mojokerto, Elsa Fifajanti, sebagai tamu undangan, serta seluruh staf Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto.
Dalam kegiatan tersebut, Elsa Fifajanti turut menyampaikan pengalaman dan pandangannya sebagai pemantau pemilu. Pengalaman tersebut menjadi masukan penting bagi Bawaslu dalam memperkuat kelembagaan, mengidentifikasi tantangan pengawasan di lapangan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas internal, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi berbagai elemen masyarakat.
“Kolaborasi dengan masyarakat sipil dan jejaring demokrasi sangat penting untuk membangun pengawasan pemilu yang partisipatif, berintegritas, dan berkelanjutan,” ujar Dian.
Menurutnya, sinergi dengan organisasi masyarakat dan jaringan pemantau pemilu dapat memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan, meningkatkan literasi demokrasi, serta mendorong masyarakat lebih aktif dalam mengawasi proses pemilu. Kolaborasi tersebut juga dapat menjadi sarana penyebaran informasi kepemiluan yang akurat dan pencegahan berbagai praktik yang berpotensi mencederai demokrasi, seperti politik uang dan penyebaran hoaks.
Penguatan kelembagaan juga perlu ditopang oleh soliditas internal dan profesionalitas seluruh jajaran. Hal ini diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kepatuhan terhadap peraturan, peningkatan kompetensi, serta komitmen menjaga integritas dalam menjalankan tugas pengawasan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Mojokerto berharap penguatan kelembagaan dapat berjalan secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kapasitas internal maupun perluasan kemitraan strategis. Dengan demikian, Bawaslu dapat semakin optimal menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mendorong masyarakat berperan aktif dalam menjaga pemilu yang demokratis dan berintegritas.
Penulis: Cak Nur
Editor: Cak Jazz