Bawaslu Kota Mojokerto Gandeng Dispusip Amankan Rekam Jejak Demokrasi
|
Di era disrupsi informasi, kecepatan dan keamanan data adalah kunci. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto mengambil langkah progresif dengan melakukan transformasi besar-besaran di sektor administrasi. Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Mojokerto, Bawaslu menggelar penguatan kapasitas tata kelola arsip digital pada Rabu (22/04/2026). Langkah ini merupakan langkah strategis menuju sistem kearsipan yang lebih modern, cepat, dan anti-hilang.
Menghadirkan narasumber ahli, Iswahyudi, S.Sos. dari Dispusip Kota Mojokerto, forum ini membedah tuntas mengapa digitalisasi adalah "napas" baru bagi organisasi. Menurut Iswandi, manajemen arsip modern adalah fondasi utama untuk membangun institusi yang dipercaya publik.
"Digitalisasi bukan lagi pilihan yang bisa ditunda, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin keberlangsungan organisasi. Ini adalah soal transparansi, efisiensi, dan yang terpenting: akuntabilitas dalam menjaga dokumen negara," tegas Iswahyudi.
Dengan sistem digital, Bawaslu tidak hanya memangkas birokrasi fisik yang lamban, tetapi juga memastikan setiap lembar rekam jejak pengawasan pemilu terlindungi dalam ekosistem yang aman dan autentik.
Sebagai garda terdepan pengawal demokrasi, setiap dokumen yang dihasilkan Bawaslu mulai dari laporan hasil pengawasan hingga berkas penyelesaian sengketa adalah bukti sejarah perjalanan politik di Kota Mojokerto. Tanpa tata kelola yang baik, sejarah tersebut terancam sirna atau sulit ditemukan.
"Kegiatan ini bertujuan menciptakan keseragaman pemahaman di antara seluruh staf agar dokumen strategis tidak lagi tercecer. Melalui integrasi teknologi, Bawaslu Kota Mojokerto berupaya menyatukan seluruh data ke dalam satu "brankas digital" yang mumpuni", Ujar DIan Selaku Ketua Bawaslu Kota Mojokerto.
Upaya menggandeng Dispusip ini menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Mojokerto serius dalam membangun infrastruktur data yang kuat. Semangat yang diusung sangat jelas: memanfaatkan teknologi untuk memperkuat fungsi pengawasan.
"Bersama kita jaga sejarah demokrasi dalam genggaman teknologi!" menjadi closing statement yang membakar semangat seluruh peserta, menegaskan posisi Bawaslu Kota Mojokerto sebagai institusi pengawas yang modern, transparan, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Editor : Guntur
Penulis : Nur
Fotografer : Rofiq