Lompat ke isi utama

Berita

Apel Pagi: Bawaslu Kota Mojokerto Siap Berlakukan Sistem Kerja WFA dan WFO

Apel Pagi: Bawaslu Kota Mojokerto Siap Berlakukan Sistem Kerja WFA dan WFO

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto menyampaikan arahan pada apel rutin hari senin.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto bersiap melakukan transformasi besar dalam pola kerja pegawainya. Hal ini terungkap dalam apel rutin hari Senin yang dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto, Fauziah Roikhatul Jannah, Senin (12/01/26).

Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Surat Edaran Bawaslu Nomor 02 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum. Kebijakan ini menandai langkah maju Bawaslu dalam mengadopsi fleksibilitas kerja yang lebih modern, akuntabel dan sesuai dengan peraturan MenPANRB. Dalam arahannya, Fauziah menyampaikan bahwa sistem kerja kombinasi antara Work From Anywhere (WFA) dan Work From Office (WFO) akan segera diberlakukan. Namun, pemberlakuan sistem ini tidak serta-merta dilakukan tanpa landasan administrasi yang kuat.

"Kita akan memberlakukan sistem WFA dan WFO setelah kita menuntaskan penyusunan Perjanjian Kinerja (Perkin), Analisis Jabatan (Anjab), serta Analisis Beban Kerja (ABK). Kita targetkan seluruh dokumen pendukung tersebut selesai dalam minggu ini", tegas Fauziah di hadapan peserta apel.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun pegawai bekerja secara fleksibel, produktivitas dan target organisasi tetap terjaga dengan indikator yang jelas.

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto menyampaikan arahan pada apel rutin hari senin.
Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto menyampaikan arahan pada apel rutin hari senin.

Selain pengumuman penyesuaian sistem kerja, agenda Senin ini juga menjadi hari yang sibuk bagi Sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto. Fauziah mengonfirmasi bahwa hari ini akan dilaksanakan tes wawancara bagi Calon Tenaga Alih Daya Tahun 2026. Proses rekrutmen ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung kinerja pengawasan sepanjang tahun 2026.

Menutup arahannya, Fauziah berpesan kepada seluruh jajaran agar momentum awal tahun ini digunakan untuk mempererat kerja sama tim. Menurutnya, tantangan pengawasan ke depan membutuhkan stamina fisik dan mental yang kuat.

"Di tahun 2026 ini, saya berharap kita semua tetap menjaga kesehatan dan terus memupuk kekompakan. Dengan sistem kerja yang lebih adaptif, kita harus membuktikan bahwa kualitas kerja kita juga semakin meningkat", pungkasnya.