Lompat ke isi utama

Berita

Apel Bawaslu Kota Mojokerto: Modernisasi Arsip dan Edukasi Pelajar Jadi Agenda Strategis

Apel Bawaslu Kota Mojokerto: Modernisasi Arsip dan Edukasi Pelajar Jadi Agenda Strategis

Apel Bawaslu Kota Mojokerto

MOJOKERTO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto terus mematangkan langkah strategis dalam penguatan kelembagaan. Hal tersebut mengemuka dalam apel rutin yang digelar di halaman kantor Bawaslu Kota Mojokerto pada Senin (20/7/2026).

Apel pagi yg di pimpin langsung oleh ketua Bawaslu kota Mojokerto Dian Pratmawati, selain memang kewajiban untuk menumbuhkan rasa disiplin dan membangun budaya kerja dan kinerja yg nitikberatkan pada baik di Bawaslu kota Mojokerto juga menitikberatkan pada dua agenda strategis yakni optimalisasi tata kelola kearsipan digital (e-arsip) dan finalisasi program edukasi pemilih pemula yang bertajuk "Bawaslu Goes to School".

Dalam amanatnya di hadapan jajaran kesekretariatan, Dian menegaskan bahwa modernisasi sistem kearsipan bukan lagi sekadar tuntutan administratif, melainkan fondasi bagi transparansi lembaga pengawas pemilu. 

"Tata kelola arsip yang konvensional harus segera dan sepenuhnya bertransformasi ke sistem digital. Hal ini sangat krusial untuk menjamin keamanan dokumen, kecepatan akses informasi, dan tentu saja akuntabilitas data lembaga kita ke depannya," tegas Dian Pratmawati. Ia juga mendorong jajaran arsiparis Bawaslu agar terus meningkatkan kapasitas teknis pengelolaan arsip elektronik tersebut.

Selain pembenahan di sektor internal, Dian juga memaparkan fokus lembaga pada upaya pencegahan dan pengawasan partisipatif dari unsur masyarakat. Saat ini, Bawaslu Kota Mojokerto tengah dalam tahap finalisasi persiapan program "Bawaslu Goes to School", mulai dari pematangan silabus dan materi hingga penjajakan teknis dengan pihak sekolah.

Program sosialisasi tersebut ditargetkan akan segera bergulir dengan menyasar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di wilayah Kota Mojokerto. Menurut Dian, sasaran program ini sangat strategis mengingat kalangan pelajar merupakan kelompok pemilih pemula yang akan ikut menentukan arah masa depan demokrasi. Dian menilai kelompok pemilih pemula membutuhkan benteng literasi politik agar tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi pemilu, isu sara, hoaks dan black campaign maupun politik uang, sebab mayoritas kelompok pemilih pemula melek terhadap teknologi dan media sosial sehingga konten-konten tersebut berpotensi besar sering mereka temui dalam bermedsos.

"Program Bawaslu Goes to School ini dirancang khusus untuk memberikan edukasi politik yang mudah dipahami oleh pelajar. Harapannya, kita bisa mengenalkan fungsi pengawasan pemilu secara lebih dekat, sekaligus membangun kesadaran kritis dan nilai-nilai demokrasi yang sehat sejak dini kepada para pemilih pemula," pungkasnya.

Melalui dua agenda strategis ini, Bawaslu Kota Mojokerto berharap dapat menciptakan keseimbangan kinerja kelembagaan; di mana lembaga tidak hanya kuat secara administrasi dan dokumentasi internal, tetapi juga proaktif turun ke lapangan dalam mengedukasi publik seperti tagline Bawaslu “ Bersama Rakyat Awasi pemilu bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu.

Penulis: Cak Nur

Foto: Bawaslu KOta Mojokerto

Editor: Jazuli