Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Kemenag dan Bawaslu Kota Mojokerto: Bekali Generasi Muda dengan Moderasi Beragama dan Kesadaran Pemilu 2029

Sinergi Kemenag dan Bawaslu Kota Mojokerto: Bekali Generasi Muda dengan Moderasi Beragama dan Kesadaran Pemilu 2029

Sinergi Kemenag dan Bawaslu Kota Mojokerto: Bekali Generasi Muda dengan Moderasi Beragama dan Kesadaran Pemilu 2029

Mojokerto, 25 September 2026 — Upaya membangun generasi muda yang memahami keberagaman sekaligus memiliki kesadaran terhadap kehidupan demokrasi terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto berkolaborasi dalam kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama dan Pemilihan Umum 2029 yang dilaksanakan di Taruna Nusa Harapan (TNH) Kota Mojokerto, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai moderasi beragama sekaligus memahami pentingnya demokrasi dan kepemiluan. Lingkungan sekolah dipilih sebagai salah satu ruang strategis untuk menanamkan pemahaman tersebut sejak dini, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia.

Mengenalkan Moderasi Beragama kepada Generasi Muda

Dalam sesi pertama, F. Eko Sismayanto dari Kemenag Kota Mojokerto hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai moderasi beragama.

Moderasi beragama diperkenalkan sebagai sikap dalam menjalankan kehidupan beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Peserta didik diajak memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan sosial yang perlu disikapi dengan bijaksana. Sikap saling menghargai, tidak mudah melakukan penghakiman terhadap orang lain, serta membangun komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

Pembahasan moderasi beragama juga relevan dengan kehidupan peserta didik sehari-hari. Sekolah menjadi ruang perjumpaan berbagai karakter, latar belakang, pemikiran, dan pengalaman. Karena itu, kemampuan menghargai perbedaan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Memahami Demokrasi dan Pemilu 2029

Sementara itu, materi mengenai kepemiluan disampaikan oleh Ilham Bagus Primananda dari Bawaslu Kota Mojokerto. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai demokrasi dan pentingnya membangun kesadaran sebagai warga negara yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam kehidupan demokratis.

Pembahasan diarahkan pada pengenalan kepemiluan dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi. Generasi muda juga perlu memahami bahwa perbedaan pilihan dalam pemilu merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi dengan saling menghormati.

Pemahaman tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi Pemilihan Umum 2029. Pendidikan kepemiluan sejak lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari proses membangun pemilih yang memahami hak dan kewajibannya serta mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab ketika telah memenuhi ketentuan sebagai pemilih.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan pentingnya menjaga suasana demokrasi yang sehat, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menghargai perbedaan pilihan politik. Sikap kritis dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi di tengah perkembangan informasi digital.

Moderasi Beragama dan Demokrasi Saling Menguatkan

Kolaborasi antara Kemenag Kota Mojokerto dan Bawaslu Kota Mojokerto dalam kegiatan tersebut mempertemukan dua aspek pendidikan yang memiliki keterkaitan dalam kehidupan masyarakat, yaitu moderasi beragama dan pendidikan demokrasi.

Nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta menjaga persatuan merupakan bagian penting dalam kehidupan demokratis. Demikian pula, pemahaman terhadap demokrasi membutuhkan sikap saling menghargai di tengah adanya perbedaan pandangan dan pilihan.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diajak melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Sekolah sebagai Ruang Pendidikan Demokrasi

Taruna Nusa Harapan menjadi salah satu ruang penting dalam pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial peserta didik.

Pengenalan mengenai moderasi beragama dan kepemiluan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu peserta didik memahami pentingnya menjaga persatuan serta menghormati perbedaan. Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya terlibat secara lebih aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan demokrasi.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan lembaga pengawas pemilu dalam memberikan pendidikan publik kepada generasi muda. Dengan menghadirkan narasumber dari dua lembaga, peserta memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai keberagaman dan kehidupan demokrasi.

Perkuat Sinergi Lintas Lembaga

Kolaborasi Kemenag Kota Mojokerto dan Bawaslu Kota Mojokerto melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai bentuk kegiatan edukasi lainnya. Sinergi lintas lembaga menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas jangkauan pendidikan masyarakat, khususnya kepada generasi muda.

Kegiatan di Taruna Nusa Harapan juga menjadi momentum untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dalam memberikan pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui sosialisasi Moderasi Beragama dan Pemilihan Umum 2029, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya toleransi, persatuan, demokrasi, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Dengan pemahaman yang baik sejak dini, nilai-nilai moderasi beragama dan demokrasi dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda pun diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi secara bertanggung jawab.

Penulis: Cak Nur

Foto: Bawaslu Kota Mojokerto

Editor: Cak Jazz