Seimbangkan Jasmani dan Rohani, Bawaslu Kota Mojokerto "Charge" Energi Melalui Doa dan Tausiah
|
Ada pemandangan berbeda di Kantor Bawaslu Kota Mojokerto pada Jumat pagi ini. Jika biasanya tiap jum'at di lingkungan kantor dipenuhi dengan aktivitas olahraga, kali ini suasana tampak lebih khidmat. Melalui program unggulan Jum'at Sehati dan Jumpa Berlian, jajaran Bawaslu Kota Mojokerto memilih untuk memperkuat aspek kesehatan spiritual.(09/01/26). Kegiatan ini diisi dengan pembacaan Yasin dan Tahlil bersama, serta tausiah singkat yang disampaikan oleh internal sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseimbangan setelah sebelumnya jajaran pengawas disibukkan dengan berbagai agenda fisik dan teknis.
Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati, menjelaskan bahwa integritas seorang pengawas tidak hanya dibangun dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari ketenangan rohani.
"Kegiatan Jum'at Sehati dan Jumpa Berlian ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan fisik. Kita perlu menyadari bahwa kesehatan rohani juga krusial. Itulah mengapa kali ini kita fokus pada kegiatan tahlil, yasin, dan tausiah", ungkap Dian.
Dian menambahkan bahwa program ini dirancang secara dinamis dan variatif setiap minggunya. "Kegiatannya bergilir. Kadang kita senam atau jalan sehat, menanam pohon, hingga bersih-bersih lingkungan. Intinya, kita menjaga kesehatan jasmani sekaligus rohani", tambahnya.
Anggota Bawaslu Kota Mojokerto, Eri Setiawan, turut memberikan sambutan positif dengan menyelipkan cerita menarik tentang pengalaman pribadinya. Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Mojokerto, Ilham Bagus Priminanda, mengingatkan agar tausiah yang disampaikan tidak sekadar menjadi pendengaran sesaat.
"Saya berharap apa yang disampaikan dalam tausiah benar-benar didengarkan dan yang paling penting diamalkan dengan baik dalam pekerjaan kita sehari-hari", pesan Ilham.
Puncak acara diisi oleh tausiah dari jajaran sekretariat, Ahmad Ashim Murtadlo, yang membawakan tema yang sangat relevan dengan dunia kerja yaitu Bekerja sebagai Ibadah dalam Semangat Reformasi Birokrasi. Dalam pesannya, Ashim menekankan bahwa setiap keringat dan dedikasi dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan dan bangsa.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh keluarga besar sekretariat Bawaslu Kota Mojokerto ini diakhiri dengan suasana kekeluargaan yang erat. Dengan rohani yang segar dan fisik yang terjaga, Bawaslu Kota Mojokerto optimis dapat menjalankan amanat pengawasan demokrasi dengan lebih integritas, ikhlas, dan profesional.