Perkuat Demokrasi, Bawaslu Jatim Inisiasi "Cangkruan Demokrasi" Bersama Masyarakat Sipil
|
Dalam upaya membangun sinergi yang lebih erat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk "Cangkruan Demokrasi" pada 19 Mei 2026. Mengangkat tema Kolaborasi antara Bawaslu dan Masyarakat Sipil dalam Pengawasan Pemilu, diskusi daring ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat partisipasi publik dalam mengawal proses demokrasi.
Anggota Bawaslu Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati, menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sipil merupakan elemen krusial bagi kesehatan demokrasi. Melalui forum ini, Bawaslu berharap masyarakat sipil dapat memposisikan diri sebagai mitra kritis sekaligus partisipatif bagi lembaga pengawas pemilu.
"Cangkruan ini menjadi sarana berbagi pengalaman agar kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat sipil semakin kuat, terbuka, dan akuntabel," ujar Endah.
Kegiatan ini selaras dengan agenda besar Bawaslu RI dalam mengonsolidasikan demokrasi di seluruh Indonesia. Anggota Bawaslu Jawa Timur, Rusmifahrizal Rustam, menjelaskan bahwa konsolidasi ini tidak hanya dilakukan oleh jajaran pimpinan, tetapi juga melibatkan staf hingga ke tingkat akar rumput.
"Kami mendorong jajaran untuk terus berkomunikasi dengan masyarakat guna menggali pandangan publik terhadap demokrasi dan pengawasan pemilu. Laporan yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan penting dalam perbaikan kualitas demokrasi kita," jelas Rusmifahrizal.
Narasumber dari Panwaslih Provinsi Aceh, Maitanur, memberikan beberapa poin strategis terkait bentuk kolaborasi yang efektif dengan masyarakat sipil, di antaranya:
- Kampanye Pengawasan Partisipatif: Mengajak komunitas terlibat langsung dalam mengawal pemilu.
- Edukasi Pemilih Bersama: Menyelenggarakan sosialisasi publik secara kolaboratif.
- Optimalisasi Media Digital: Memanfaatkan media sosial resmi untuk konten edukasi kreatif dan interaksi publik secara real-time.
Bawaslu Kota Mojokerto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan strategi kolaborasi ini di wilayah kerja mereka. Program yang telah dibuat Bawaslu Kota Mojokerto yaitu Cangkir (Cangkruk Pikir) Pemilu, Bawaslu Kota Mojokerto optimistis dapat membangun budaya demokrasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.