Menuju Tertib Administrasi Digital: Bawaslu Jatim Gencarkan Transformasi Kearsipan Lewat "Ngopi Arsip"
|
Mengawali awal tahun 2026 dengan semangat pembenahan administrasi, Bawaslu Provinsi Jawa Timur menggelar diskusi interaktif bertajuk "Ngopi Arsip" (Ngobrol Pintar Seputar Arsip) pada Selasa (13/1). Fokus utama pertemuan ini adalah mematangkan konsep dasar kearsipan serta optimalisasi penggunaan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).
Acara dibuka oleh Anggota Bawaslu Jawa Timur, Nur Elya Anggraini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan upaya strategis untuk menyeragamkan standar pengelolaan arsip di seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
"Ini adalah bagian dari upaya kita meneruskan keberhasilan yang sudah dirintis di Kota Mojokerto. Saya berharap langkah ini diikuti oleh seluruh korwil di Jawa Timur", tegas Ely.
Menurutnya, pengelolaan data yang baik berakar dari pengelolaan arsip yang tertib. "Jika kita mengelola arsip dengan baik, maka database apa pun pasti bisa kita kelola dengan akurat", tambah Ely.
Dalam sesi yang sama, Dominikus C. Susetio, Subkoordinator Kearsipan dan Persuratan Bawaslu RI, memberikan catatan penting mengenai kearsipan. Ia menyampaikan bahwa apabila suatu lembaga mengajukan usul musnah kearsipan maka siklus hidupnya arsip dapat dianggap berjalan.
"Bawaslu Provinsi Jatim yang saya ingat yaitu menjadi pionir terkait Kearsipan. Siklus hidup arsip dianggap berjalan dengan benar apabila ada proses pemusnahan secara berkala," ungkap Dominikus.
Beliau mendorong Bawaslu Kabupaten/Kota di Jatim untuk lebih berani melakukan audit dan diskusi mengenai kondisi arsip di wilayah masing-masing agar siklus kearsipan tidak terhenti di tahap penyimpanan saja.
Hadir sebagai narasumber, Irfa Ulwan (Arsiparis Bawaslu RI) mengupas tuntas mengenai tumpukan dokumen yang sering kali hanya dianggap sebagai beban gudang. Irfa menekankan bahwa transformasi dari sekadar "menyimpan" menjadi "mengelola" adalah kunci utama. Pengetahuan mendalam mengenai alur kearsipan di aplikasi SRIKANDI diharapkan dapat mengeliminasi masalah tumpukan kertas yang tidak terorganisir.