Mendidik Pengawas Selanjutnya: Ketua Bawaslu Jatim Tekankan Tiga Pilar Kompetensi bagi 304 PPPK
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur resmi mengawali langkah strategis dalam penguatan sumber daya manusia melalui kegiatan Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (22/06/2026). Sebanyak 304 PPPK dari seluruh jajaran Bawaslu se-Jawa Timur hadir mengikuti rangkaian pembuka yang menjadi pijakan awal dalam mengabdi bagi lembaga pengawas pemilu.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits, menekankan bahwa menjadi bagian dari Bawaslu menuntut tanggung jawab moral dan profesional yang tinggi. Ia merumuskan tiga pilar utama yang wajib menjiwai setiap PPPK dalam menjalankan tugas:
- Integritas sebagai Harga Mati: Warits menegaskan bahwa integritas adalah mutlak. Tanpa integritas, kompetensi justru berisiko disalahgunakan dan mencederai ruh kelembagaan Bawaslu.
- Profesionalisme yang Adaptif: Di tengah dinamika perubahan yang pesat, PPPK dituntut untuk terus belajar. Pengetahuan masa kini harus terus diperbarui agar mampu menjawab tantangan pemilu di masa depan.
- Mentalitas Pelayanan: Setiap kebijakan dan program kerja harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan serta kesejahteraan publik.
Orientasi ini dipandang sangat relevan dengan tantangan demokrasi digital yang kian kompleks. Di tengah maraknya arus disinformasi, polarisasi, dan isu intoleransi, kehadiran PPPK diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa. Warits memberikan pesan penutup yang tegas kepada seluruh peserta agar tidak terjebak dalam masalah, melainkan tampil sebagai pihak yang memberikan solusi.
"ASN PPPK tidak boleh menjadi bagian dari masalah, tetapi harus menjadi bagian dari solusi," tegas Warits dalam sambutannya.
Dengan dimulainya orientasi ini, diharapkan seluruh PPPK di lingkungan Bawaslu Jawa Timur memiliki kesamaan visi dan semangat untuk mengawal demokrasi dengan penuh dedikasi.